Entah kenapa, semenjak dua hari kemarin hati ini bergemuruh kepada pemiliknya dan ia mengutarakannya dengan rasa kebatinan yang mendalam. Sesungguhnya ia merasakan rindu yang luhur sekali, setelah terpisahkan oleh alam kampus. Namun hati ini tetap bersyukur karena alam Ulul Albab hanya mampu memisahkan kita hanya sebatas ruang kelas tidak melebihi lintas fakultas. Hati ini berkeyakinan yang kokoh nan teguh. Bahwasannya walaupun wujud kita terpisah dan tersebar di berbagai ruang kelas lintas fakultas, tapi hati nurhani dan ruh kita tidak akan mampu untuk mengutarakan lembah-lembah kemunafkan, kedustaan, keingkaran terhadap apa yang kita peroleh yaitu rasa dan cinta sebuah kekeluargaan, kekompakan, keuinikan, kekonyolan, keanehakan dan lain-lain. Dan itu terbingkai dengan berbagai macam watak dan prilaku yang positif sesuai otaknya masing-masing, sehingga terwujudnya dan terbangunnya sebuah nama yang mulia dimata civitas akademika fakultas humiora khususnya dan UIN Maliki Malang umumnya yaitu AZZAVENIA LOVERS.
Sesaat usai, mata kuliah perdana pengantar filsafat ilmu salah satu mahasiswi
mengajukan permohonan untuk mengajukan nama-nama kandidat yang terpilih sebagai
ketua kelas PBA D. diantara nama-nama yang terkumpulkan banyak suaranya sekitar
enam nama mahasiswa, tiga sebagianya putra dan putri. Dan nama akupun termasuk
dalam kumpulan nama tersebut, M Darkun, Rijal Wahyu, Agung Muttaqien (tiga
putra) dan Aulia, Diah Santika, dan Mala Femeldyana (tiga putri). Sistimatika
dalam pemilhinya sangat demokratis sesuai bangsa kita yang mengemukakannya hal
yang sama. Lalu terpilihnya suara terbanyak perwakilan dari putra Agung
Muttaqien dan putri Mala F D. semua itu terjadi setalah Pa Inam mengajar
sebagai dosen pengampuh.
Amanah yang kembali harus diemban dengan
sebaiknya dan semaksimalnya selam roda kekeluargaan satu semester kedepan. Dari
situlah terlihat dinamika kehidupan PBA D yang sesungguhnya. Jutaan rasa yang
tertabur dan larut dalam hembusan nafas yang tak terbatas. Menimbulkan berbagai
proses yang sangat signifikan. Terdengar denyutan nadi yang tidak akan pernah
berhenti menandakan kehidupan kita selama satu semester tidak akan mati
sedikitpun. Torehan mata setiap kali menatapkannya seksama menimbulkan rasa
responsibility yang kuat antara satu dengan yang lain. Gerakan pemikiran dan
perbuatan yang tidak akan habis untuk menghasilkan sesuatu yang inovatif guna
menggebrak dunia kampus ini. Lalu apa sajakah yang dihasilkan yang inovatif
untuk kampus ini? Mau tau cerita selanjutnya? Tunggu page AZZAVENIA KITA
SELAMANYA dilain waktu. hehehe
No comments:
Post a Comment