Sunday, February 28, 2016

Sholihuddin Ku



 
            Dengan semangat membara aku korbankan jiwa, raga bahkan materi untuk mengabdi padamu. Apapun persyaratan aku lakukan agar bisa menemuimu walau hanya sekejap. Sebuah proses yang tidak mudah untuk menemukanmu. Mudahkanlah aku agar menicicipi tabirmu di Negeri Gajah Putih Yaa Rab. Tibalah saatnya aku diberikan kesempatan untuk terbang jauh, mengembus guncangan awan-awan sana. Kala itu membuat aku tak tahu, harus bergantung kepada siapa lagi? kalau selain kepada Allah SWT.
            Perjalanan gelisah nan indah telah ku lalui hingga ibu kota mu Bangkok. Matahari bersinar ku hirup udara negerimu, terasa hasratku sebentar lagi bisa melihat senyumanmu Sasana Bamrung. Nampaknya aku perlu berjuang lagi, dengan melalui kereta api kuno, ku terjang hutan-hutan rimba yang merampas 19 jam, tapi tetap ku lafadzkan namamu Sasana Bamrung. Akhirnya Tuhan pada saat itu, merestui cita-cita saya, berawal dengan memegang lenganmu. Kau bawa aku begitu tulus dan ikhlas, aku pun tak tahu kemana mau dibawa kemanakah aku.
            Beberapa tulisan aksaramu, membuat aku buta di atas jalananmu yang begitu luas dan elok. Namun kamu tetap membawaku, akan kau tinggalkan ku di mana? Jalan demi jalan yang luas itu, berupaya untuk merasutiku. Pada akhirnya aku temui puncak sekolahmu ini. Saat itu juga baru aku tahu namamu yang begitu suram di telingaku, nampaknya sangat indah tutur katanya hendak bertemu dengan legendamu itu, Sasana Bamrung itu, yah “Sholihuddin”. Subhanallah rabbana ma kholaqta hadza batila. Disaat Tuhan benar-benar telah mempertemukan kita, namun mengapa dan kenapa? Kamu meninggalkanku secepat itu. Aku lama terbang menerjang goncangan awan, Namun mengapa hanya sekejap kamu di hadapanku. Hari itu pula aku di lempar ke tanah orang, sempat tak bertemu apalagi pamitan. Kamu pergi jauh kala itu dan lama sekali melebihi 1 pekan, tapi aku tidak menghianati atas abdiku padamu Sholihuddin. Walau di tanah orang, aku akan mengira dan menganggap itu adalah kamu, wahai para pejuang Islam.
            Setelah sekian lama, aku telah bersama orang lain, aku merasakan sudah benar-benar nyaman di sana. Tapi mengapa kamu memanggilku lagi? Tak tahu aku harus mau bilang apa, dan cara apa untuk menjelaskan sama orang ini. Yah tak apalah aku coba jelaskan dan pamitan dengan topeng kepada saudara ku yang sudah ku anggap sejak 1 pekan lebih. Nampaknya mereka tidak ingin melepaskan, tapi mau bagaiamana lagi, memang hati sejak dari Indonesia sudah memilih kamu. Kamunya saja yang tiba-tiba terbirit-birit menjauhiku, yah sekarang mendekatiku. Okelah aku tunggu kala itu, sudah sekian lama aku menunggumu, mengapa kamu tidak menepati janjimu semua. Akhirnya aku harus bersama orang lain lagi, karena mengisi kekosonganku.
            Setelah bersama-sama mengingat bahwa besok adalah hari aktif lagi, akhirnya entah seperti apa, kita dijanjikan menjelang matahari terbenam untuk dipertemukan. Setelah itu aku bertemu dengan rekan-rekan yang semula awal menerima ku disini. Tak hanya hari ini, tapi hari-hari kedepan aku akan bersamamu. Kita akan saling bahu-membahu, bekerja sama untuk menegakkan syariat Islam. Akhirnya cita-cita ku turwujud dengan bukti dan fakta-faktnya. Aku bersamamu disini, aku mendidikmu disini, aku mengajarimu disini tapi tak akan selamnay. Karena masa tidak bisa kita atur, namun secara global masalah waktu yang secara tidak sadar, dia sanggunp mengatur kita, secara sadar atau tidak sadar. Oleh karenanya dengan waktu yang singkat aku yakin, kamu sedikit kecewa. Tapi yang akan menemanimu selamanya adalah generasi muslim Sholihuddin ini.
Aku ingatkan padamu, wahai generasi penerusku, aku disini merasakan hanya hitungan hari saja, namun aku akan berjanji menjaga kesucian cinta kasih dan sayang darinya untukku, atau dariku untuknya. Akan aku pegang erat nilai-nilai yang terkandung dalam benakku, walau hanya sekejap dan akan ku ingat sepanjang hayat hidupku. Lantas bagaimana denganmu yang sudah lama, bahkan kamu yang akan lebih lama dariku sekarang ini. Apa yang bisa kau berikan untuknya? Apa yang akan kau buktikan untuknya? Aku berhaparap apapun itu, buatlah ia terharu hingga meneteskan air matanya karena cintamu padanya, dibuktikan dengan senyumanmu untuknya, semangat belajarmu untuknya, hingga prestasimu untuknya. Maaf sebelumnya, tidak bermaksud apa-apa hanya ini yang bisa ku torehkan untuk merefreshkan kembali, tujuan kalian di sini untuk apa? Dan Apa yang kau cari di sini? Inilah hanya sedikit buktiku padamu melalui tulisan isi hati ini.
                                   
                                   
                                                                                                                                    Chana,
                                                                                                                                    Agung Muttaqien
                                                                                                                                    28 January 2015

Thursday, October 1, 2015

AZZAVENIA KITA SELAMANYA








Entah kenapa, semenjak dua hari kemarin hati ini bergemuruh kepada pemiliknya dan ia mengutarakannya dengan rasa kebatinan yang mendalam. Sesungguhnya ia merasakan rindu yang luhur sekali, setelah terpisahkan oleh alam kampus. Namun hati ini tetap bersyukur karena alam Ulul Albab hanya mampu memisahkan kita hanya sebatas ruang kelas tidak melebihi lintas fakultas. Hati ini berkeyakinan yang kokoh nan teguh. Bahwasannya walaupun wujud kita terpisah dan tersebar di berbagai ruang kelas lintas fakultas, tapi hati nurhani dan ruh kita tidak akan mampu untuk mengutarakan lembah-lembah kemunafkan, kedustaan, keingkaran terhadap apa yang kita peroleh yaitu rasa dan cinta sebuah kekeluargaan, kekompakan, keuinikan, kekonyolan, keanehakan dan lain-lain. Dan itu terbingkai dengan berbagai macam watak dan prilaku yang positif sesuai otaknya masing-masing, sehingga terwujudnya dan terbangunnya sebuah nama yang mulia dimata civitas akademika fakultas humiora khususnya dan UIN Maliki Malang umumnya yaitu AZZAVENIA LOVERS.

           
Selasa, bulan Agustus 2012, Sebuah fenomena yang tidak terduga sebelumnya, semenjak awal pertama kali aku hadir menginjakan kaki di ruang kelas B. 111. Semenjak itu aku merasakan ketidaknyamanan atau ketidakselarasan dan menganggap kelas ini, kelas yang kemampuannya lebih rendah diantara kelas lain. Mengingat status ini bernamakan kelas PBA D, dan beranggapan loyalitas dan kapabilitasnya sesuai dengan nama kelas tersebut. Namun tanggapan itu mampu dipatahkan secara perlahan dengan kegiatan-kegiatan kelas yang beraneka ragam.

            Sesaat usai, mata kuliah perdana pengantar filsafat ilmu salah satu mahasiswi mengajukan permohonan untuk mengajukan nama-nama kandidat yang terpilih sebagai ketua kelas PBA D. diantara nama-nama yang terkumpulkan banyak suaranya sekitar enam nama mahasiswa, tiga sebagianya putra dan putri. Dan nama akupun termasuk dalam kumpulan nama tersebut, M Darkun, Rijal Wahyu, Agung Muttaqien (tiga putra) dan Aulia, Diah Santika, dan Mala Femeldyana (tiga putri). Sistimatika dalam pemilhinya sangat demokratis sesuai bangsa kita yang mengemukakannya hal yang sama. Lalu terpilihnya suara terbanyak perwakilan dari putra Agung Muttaqien dan putri Mala F D. semua itu terjadi setalah Pa Inam mengajar sebagai dosen pengampuh.

Amanah yang kembali harus diemban dengan sebaiknya dan semaksimalnya selam roda kekeluargaan satu semester kedepan. Dari situlah terlihat dinamika kehidupan PBA D yang sesungguhnya. Jutaan rasa yang tertabur dan larut dalam hembusan nafas yang tak terbatas. Menimbulkan berbagai proses yang sangat signifikan. Terdengar denyutan nadi yang tidak akan pernah berhenti menandakan kehidupan kita selama satu semester tidak akan mati sedikitpun. Torehan mata setiap kali menatapkannya seksama menimbulkan rasa responsibility yang kuat antara satu dengan yang lain. Gerakan pemikiran dan perbuatan yang tidak akan habis untuk menghasilkan sesuatu yang inovatif guna menggebrak dunia kampus ini. Lalu apa sajakah yang dihasilkan yang inovatif untuk kampus ini? Mau tau cerita selanjutnya? Tunggu page AZZAVENIA KITA SELAMANYA dilain waktu. hehehe



Saturday, May 10, 2014

Aku Dan Al Kindy PBA

Empat semester sudah aku berjalan dalam koridor pilihanku. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab merupakan sarana aku untuk mengembangkan seluruh keahlian dan keterampilan bidang berbahasa Arab. Sedih, letih, senang dan riang sudah aku lakukan dan rasakan dengan dinamika kehidupan yang beraneka ragam. Mengakibatkan hal itu semua tidak akan berhenti untuk menggapai mimpi dan merajut prestasi akademik dan non akademik.

Mahasiswa yang sering diacungkan sebagai agent of change. Membuat diriku terus menggebu dengan jurusan yang dahulu sempat eksis di Fakultas Humaniora. Kesungguhan dan keuletan dari mahasiswa PBA lain, menjadikan aku terinspirasi dan termotivasi untuk melakukan hal yang terbaik. Seperti yang dilakukan oleh kakak-kakak kelas sebelumnya : Mbak Asri, Mas Imam, Mas Fahmi, Mbak Dina dan lain sebagainya.

Banyak sekali rintangan dan hambatan yang pernah aku rasakan disini. Singkat kata aku dahulu pernah diajari untuk belajar mandiri oleh kakak kelas tersebut. Sebuah komunitas yang suci dan bersih selalu menyelimuti hati ini dia bernama Al Kindy. Yah... aku bernafas disini dengan sejuta kejutan yang tersaji di dalamnya. Keilmuan yang tidak akan pernah diperoleh dalam bangku perkuliahan, namun disini aku memperolehnya. 

Debat bahasa Arab merupakan salah satu trik berjitu mahir dalam berbicara bahasa Arab, terkonstruk dalam komunitas ini Al Kindy. Selama satu tahun lamanya aku berproses di dalamnya. Banyak pengetahuan dan pengalaman yang terukir dalam sejarah perjalanan aku dan PBA. Semenjak semester satu aku sudah di doktrin betapa pentingnya mengikuti ajang perlombaan. Sehingga akupun terdorong untuk melakukannya. Ironisnya, pra lomba perdana yang aku ikuti ajang Pekan Arobi Universitas Negeri Malang, aku mendapatkan kuliah non formal KEPBAAN oleh pendiri komunitas ini Mbak Asri. Begitu hitam dan pahitnya perjalanan semasa beliau mengikuti lomba debat bahasa Arab khususnya. Dahulu itu memang setiap ada lomba bahasa Arab, surat undangan/permohonan delegasi tidak tertuju dalam jurusan Pendidikan Bahasa Arab melainkan jurusan Bahasa dan Sastra Arab tetangga reval dalam satu atap fakultas. wisudawati 2014 ini.

Secara yuridis legalitas Al Kindy ini dahulu masih menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai kalangan. Pasalnya dalam struktur organisasi intra kampus Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (HMJ PBA UIN Maliki Malang) tidak ditemukan kaitan antara Al Kindy dengan HMJ PBA. Sehingga pihak Pengurus Harian HMJ PBA pada masa khidmah 2008-2009 tidak ikut andil bagian penuh. Hal itu mengakibatkan ketidakpahaman dan ketidaktahuan antara kedua belah pihak yang selalu mengakibatkan pro dan kontra dalam pengamalannya. Sehingga pihak jurusan dan dekanat fakultas Humaniora, tidak terlalu memperhatikan kegiatan-kegiatan dalam Al Kindy tersebut. 

Beken dan kerenya, perkara itu tidak melunturkan semangat juang dari mbak Asri. Beliau selalu terkompa jiwanya dengan kobaran jihad yang membara. Dibuktikan dengan keikutsertaan lomba dengan dana atau uang sendiri tanpa diketahui dan dibantu oleh birokrat fakultas. Wal hasil tekad yang kuat itu terbuktikan dengan puluhan piala yang telah di raihnya selama enam tahun lamanya. Baik tingkat ragional atau nasional. Sungguh luar biasa, sebuah tauladan yang pantas ditiru bagi kaderisasi Al Kindy yang diacungkan oleh mahasiswi asal bojonegoro itu.

Berjalannya waktu sejak dini hingga kini, dari minggu ke minggu, bulan ke bulan dan tahun ke tahun, ‘aib bin al‘uyub yang dialami kakak kelas ini, terbongkar hingga akarnya dan diketahui oleh jurusan dan birokrat fakultas. Sehingga ada lampu kuning untuk melegitimasikan kegiatan-kegiatan Al Kindy dalam setiap minggunya berupa proses latihan debat bahasa Arab dan puluhan prestasi yang telah dialaminya. Al Ustadz Mubaligh salah satu dosen yang sangat memperhatikan kegiatan-kegiatan mahasiswa di jurusan turut andil dalam pengklarifikasian ini semua. Dibuktikan dalam sebuah forum dosen lintas fakultas Humaniora, beliau mengekspos seluruh kronologi hitam yang pahit hingga hasil lomba yang suci nan manis. Yang itu semua telah di lakukan oleh kakak kelas kita terdahulu. Tangkas sekertaris jurusan ini.

Kepengurusan HMJ PBA masa khidmah 2012-2013 yang dikomandoi oleh Raudhotul Fikri. Akan dimulai penertiban sistim keorganisasian terkait Al Kindy ini. Karena melihat dan mendengar begitu banyak prestasi yang di raihnya. Lalu pelegitimasian itu perlahan berjalan yang dibawah devisi Tarqiyyatut At Tholabah. Fatah Amin selaku Cordinator menegaskan kegiatan rutinan Al Kindy tetap berjalan seperti biasa dengan latihan yang optimal dan maksimal. Bedanya Al Kindy dahulu masih disebut ilegal dan sekarang sudah legal dalam tatanan kepengurusan HMJ PBA. Ungkap mahasiswa asal kudus ini. Dan alangkah baiknya, pada kegiatan akhir pengurusan  Laporan Pertanggung Jawaban LPJ HMJ PBA serta di lanjuti oleh Musyawarah Senat Mahasiswa (MUSEMA) fakultas Humaniora. Menetapkan dan melegitimasikan bahwa Al Kindy menjadi Badan Semi Otonom (BSO Al Kindy) di HMJ PBA.

Status baru, pastinya semangat baru yang dialami oleh teman-teman Al Kindy. Saat ini kepengurusan HMJ PBA masa khidmah 2013-2014 yang dikomandoi oleh M. Hasan Abdillah memilki dua macam Badan Semi Otonom : BSO Al Kindy dan BSO El Fatih (Kepenulisan). BSO Al Kindy yang merupakan wadah mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab. Serta menaungi berbagai macam cabang lomba berbahasa Arab seperti : Pidato Bahasa Arab, Debat Bahasa Arab, Menyanyi Bahasa Arab, Olimpiade Bahasa Arab, Musabaqah Tilawatil Qura’an (MTQ), Kaligrafi, dan lain-lain. Terkemas dalam sebuah sistem yang terstruktural oleh BSO Al Kindy HMJ PBA. 

Awal bulan ini Mei 2014, keluarga besar Pendidikan Bahasa Arab merasakan sebuah kesyukuran dan kenikamatan yang mendalam. Pasalnya BSO Al Kindy HMJ PBA perdana kali mendelegasikan mahasiswanya untuk bersaing lomba tingkat Nasional. Luar biasanya untuk perdana kalinya jurusan yang baru pindah ke Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) ini, mendelegasikan terbanyak pertama kalinya. Mereka berjumlah 12 mahasiswa plus official yang mampu bersaing maksimal dalam ajang ALF (Al Arobiyah Lil Funun) di jurusan PBA FITK UIN Syarif Hidayatullah 28 April-3 Mei 2014 M. Wal hasil, dengan menyebut Bismiliah wal Alhamdulillah delegasi mahasiswa PBA yang di bawah komando BSO Al Kindy mampu menorehkan sejarah agung dengan tinta emasnya sebagai JUARA UMUM. Alhamdulillah, semoga ini tidak berhenti di tahun ini saja, melainkan mampu mempertahankan dan menjadi inspiratif dan semangat juang bagi regenerasi Al Kindy kedepan. Aamin yaa mujiibassailin.





Saturday, March 8, 2014

Priwit Aksi Al Ghazali (Mabna Al Ghazali)

Malam yang terlihat sunyi dan sepi tampak di sekitar lingkungan kampus UIN Maliki. Namun hal itu hanya dilihat beberapa saat saja. Ternyata terdapat oknum yang membalikan fakta itu semua. Lingkungan kampus Ulul Albab itu tampak ramai dan meriah. Dengan hadirnya gerombolan motor berasal dari mabna Al Ghazali. Musyrif selaku akomodator itu, memboncongi para calon Muharrik AZKA yang akan dilantik menjadi calon pemimpin-pemimpin Al Ghazali.

Antusias mahasantri lain menunggu kehadiran para Muharrik itu sangat aplikatif. Dengan meniup-niupkan alat priwit dihadapan mulutnya. Membuat suasana di sekitar masjid Ulul Albab tanpa menolah-noleh. Semua pandangan kasat mata di sekitarnya, menuju fokus terhadap mahasantri Gaza. Kemudian Priwitpun terus dilakukan dan semakin tinggi volume suaranya. Aksi tersebut, Sambil menyambut kedatangan rombongan motor Musyrif dan Muharrik hadir di Gedung Soeharto UIN Maliki Malang (6/03). 

Aksi priwitan ini merupakan momentum pertama bagi kalangan Mahasantri Al Ghazali dan terobosan bagi warga MSAA umumnya. Hal itu merupakan gagasan Mas Gusdur sesaat memberi arahan ketika acara shobahullugah paginya. Memang musyrif seksi kesantrian itu, sikap dan tingkah lakunya selalu membuat hati mahsantri dan musyrif Al Ghazali menggelitik, ceria dan senyum merona jika disampingnya. Akhirnya hal itupun terjadi dengan baik, sukses dan membumingkan gedung terbesar di UIN yang sering disebut sport center itu. 

Kobaran semangat yang menjulang tinggi. Diringi dengan pakian kebangsaan mabna-mabna MSAA masing-masing. Mahasantri al ghazali dengan Pdnya memasuki ruangan tamu. Jaket halus kebangsaanya memberikan aroma harum dalam pandangan sekitar. Seiring dengan sajian acara yang sangat spektakuler meriah dan megah. Terselanggaranya acara Pemberdayaan Sumber Daya Muharrik dan Muharrikah masa khidmah 2013-2014.

Wednesday, September 25, 2013

Panggilan Tak Terduga Untuk Selamanya

                  Hati ini kembali ditegur oleh sang Khalik atas apa saja yang telah saya lakukan selama ini. Melalui perantara ayahanda Dwi Nurmala, mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab fakultas Humaniora ada kejadian yang sangat terpukul sekali terhadapnya karena telah ditinggal selama-lamanya oleh ayahnya. Kabar itu terdengar melalui nada dering pesan singkat masuk dengan Hp Samsung, terdapat 7 pesan singkat yang mengabarkan wafatnya ayahanda Dwi Nurmala. Namun 5 jam sebelum kabar itu diketahui sayapun merasa santai nyaman dan enjoy dengan salah satu anggota HMJ PBA tersebut. Kamipun pada pukul 20.00 WIB melakukan sebuah kinerja yang merupakan itu dari program kerja kami dari Devisi Talimullugoh yaitu test interview bagi mahasiswa baru PBA 2013. Setelah test interview dari berbagai bidang kami lalui seperti halnya pidato bahasa Arab, Master of Ceremony, Kalimat Mutiara, kamipun mengadakan evaluasi di gedeung B lantai 2 menghadap utara. Sempat tersirat Mala berbincang dengan saya ”kamu mau masuk UKM LKP2m”? “insya Allah aku juga berencana seperti itu ingin masuk tahun ini” jawab si Agung. Lalu merespon kembali dengan antusias mala itu lalu “beneran kamu gung…???” lalu jawab si Agung “iya beneran dah masa bohong” Malapun menggapi kembali “ya udah kalau gitu kita daftar bareng yah ok !!!” beriringan dengan hamparan tangan kanannya yang di lontarkan kepada tangan si Agung melambangkan kesetujuan dan jotos bareng.
                Itulah yang menandakan sikap seseorang yang akan dipanggil oleh sang Khalik selamanya kita tidak akan pernah tahu, kapan dan dimana itu terjadi. Kepada siapapun panggilan itu dikabulkan baik kita yang sedang sibuk dengan urusan dunianya atau dengan jabatan tahta hingga harta kemudian orang miskin maupun kaya sekalipun. Tidak ada pandangan dari level kedunian dalam permasalah memenuhi panggilan selamanya untuk gusti Allah SWT.  Semuanya atas kehendak dan irodah sang pencipta Allah SWT. Maka kita sebagai umat akhir zaman agar selalu menghindari dari segala marabahaya lentera kemaksiatan ataupun zona kesyaitanan, melainkan kita untu selalu bermunajat kepada Allah memohon ampunan dan ridho Allah SWT dalam menopang kehidupan hingga akhir hayat.
Kesimpulan dalam panggilan tak terduga untuk selamanya kita siap atau tidak siap mulai dari sekarang selalu untuk bersiap-siap atas panggilanNya. Dengan ama-amal sholeh fi mardhotillah.

Monday, May 27, 2013

An Naba Kunjungi Jawa Pos

Semangat yang penuh, ditorehkan oleh Tim Buletin An-Naba HTQ. Dengan tetesan embun yang dilihat sekitarnya mereka melangkahkan kakinya menunju masjid Ulul Albab guna berkumpul untuk berangkat menuju kantor pusat Jawa Pos, Surabaya, (10/5/2013). Tim buletin An-Naba ini yang dikomandoi oleh seorang pimpinan redaksi  Gus M. Muzakki Mukhtar, meluncur menuju jawa pos tepat pukul 07.48 WIB menggunakan kendaraan roda empat Isuzu Elef. Kegiatan ini merupakan pertama kalinya yang dilakukan oleh Tim Buletin An-Naba HTQ yang bertujuan untuk mencari pengalaman dan ilmu baru tentunya, mengetahui bagaimana sistem kinerja pada suatu media tulis/cetak, memperdalam profesionalitas individual dalam job-job yang diagendakan oleh buletin ini sendiri. Ungkap mahasiwa jurusan Teknik Informatika ini.
Kunjungan perdana ini mayoritas diikuti oleh tim bulletin An Naba HTQ. Namun hanya beberapa crew saja yang berhalangan hadir. Jumlah yang mengikuti kegiatan ini 16 orang yang terdiri dari7 pria dan 7 wanita. Mereka selama perjalanan menuju kantor Jawa Pos yang berada di pusat perkotaan Jawa Timur itu diakomodir oleh Gus M. Faiz Afghani dan Ning Khusnul Chamidyah. Alhamdulillah selama perjalan temen-temen Buletin An-Naba HTQ, tidak ada yang mengalami sakit dan semuanya dalam kondisi sehat-sehat saja. Ungkap Gus Faiz panggilan karib di arena HTQ itu.
Sebelum menuju jawa pos rombongan yang berseragam jas almamater HTQ ini, melakukan kunjungan ke masjid sunan Ampel “Raden Rahmat”. Sebelum adzan sholat jumat dikumandangkan kami menyempatkan untuk berziarah kubur ke makam putra tertua dari sunan Gresik  Maulana Malik Ibrahim itu. kalimah toyyibah serta do’a kami bacakan  dengan sangat khusu’ dan tawajuh illahi robby yang di pimpin oleh oleh saya sendiri selaku official dalam kunjungan ini. Ungkap ketua umum unit mahasiswa HTQ ini.
Selepas ziarah hati ini merasa tentram dan nyaman dan meresakan kenikmatan hidup yang mendalan serta tumbuh butiran semangat yang membara setiba di kantor jawa pos nanti, apalagi ketika ada diskusi hem hem, Ungkap gus Siroj salah satu reporter An-Naba HTQ ini, ketika dalam perjalanan menuju kendaraan elf itu. Menunggu teman-teman dalam perjalan menuju tempat kendaraan mobil elf ini, saya mengambil bagian untuk memanfaatkan waktu mengisi perut karena jam makan siang. Ungkap Gus Wahid salah satu layouter handal bulletin Ab-Naba HTQ ini dan membeli kenanang-kenanganan pula berupa peci haji, songkok hitam untuk shalat berjamaah di masjid Tarbiyah nanti.
Setelah kumpul semua crew bulletin ini, tanpa membuang waktu lama  mereka melanjutkan perjalanannya menuju tempat yang menjadi target utama, jalan Jl. Jendral A Yani 88. Sesaat sampai di tempatnya terlihat dari kelopak mata ini sebuah lambang pena yang besar diatas gedung. Merupakan sebuah makna pusat dari berbagai kabar dan informasi dalam kancah nasional maupun internasional. Gedung itu mashur disebut dengan Graha Pena Jawa Pos, yang memiliki banyak cabang di berbagai sudut belahan nusantara ini dari sabang sampai marauke. Seperti: Radar Riau, Radar Lampung, Radar Banten, Radar Bengkulu, Radar Malang, Radar Surabaya dan lain sebagainya.
Rombongan yang terdiri 16 orang itu didampingi oleh 2 orang official sampai di tempat tujuan pukul 13.45. Dengan semangat yang membaranya tidak menghiraukan siapapun yang menganggu mereka dalam kunjungan ini. di bawah komando pimpinan redaksi Gus Muzakki merekapun langsung  melangkahkan kakinya menuju pintu utama Graha Pena Jawa Pos. Pihak terkaitpun mampu untuk menampung mereka  dengan baik tidak memandang siapa dan jabatan siapakah yang megunjugi kantor tinta emas itu. Karena kantor itu setiap hari pasti menerima tamu di mulai dari kunjungan sekolah menengah atau keatas, universitas hingga keduataan besar dari barbagai luar negeri dan birokasi kenegaraan Indonesia. Seperti kedutaann besar swedia yang memilki kulit putih, badannya yang tinggi, rambutnya berwarna coklat, dan yang berpakaian coklat muda. Dia sangat mengapresiasi sekali perkembangan yang dilakukan oleh Jawa Pos hingga sekarang ini, karena publkikasi Koran ini yang dimajukan oleh Dahlan Iskan mampu terjun bebas di kancah internasiaonal. Yang memiliki berbagai rayon di bunua Eropa yang bertujuan mempermudah bagi  reporter untuk mencari berita-berita atau informasi dalam aspek ekonomi, politik, pendidikan, hingga kebudayaan dalam dunia internasional.
Pihak dari Koran ini yang lahir pada 1 juli 1949, menyambut Crew Bulletin HTQ ini cukup baik. Diatas kursi bundar itu, mereka mendapatkan seputar informasi langsung dari Arif Sentosa selaku, (ketua liputan Jawa Pos) ini. disaat itulah dimulainya diskusi dan dialog yang cukup hangat sekali. Penjelasan yang diwalai langsung terkait sejarah dan profile Jawa Po situ sendiri. Disusul dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang mayoritas menuju kemajuan bulletin An-Naba ini. namun seluruh pertanyaan itu tidak bisa dijawab seluruhnya oleh Arif Sentosa karena mengingat waktu yang sudah merunjuk pukul 16.25 WIB. Dan itu menandakan selesainya sudah kunjungan dari jawa pos yang mengambil tema “GOES TO JAWA POS” itu. Berikut kutipan-kutipan  nilai penting dalam diskusi meja bundar tim bulletin ini dapatkan:
1.      Deadline dalam sebuah agenda ini sangat mendasar sekali karena ia harga mati.
2.      Sebuah berita yang dipublikasikan itu  yang harus memiliki kualitas yang baik meliputi : Aktual, informatif, menarik dibaca, wawasan baru bagi pembaca, memberikan sifat penasaran bagi pembaca atau mengadu emosi-emosi pembaca.
3.      Wartawan atau reporter minimal 3 berita perhari (Karyawan Jawa Pos)
4.      Mewawancara tidak semua ditulis namun inti dari permasalahan saja, setelah itu dikembangkan dengan bahasa sendiri.
5.      Wartawan/reporter harus gaul, memudahkan untuk akrab dengan seseorang yang dituju harus lihai dalam mengolah kata-kata.
6.      Foto-foto yang mendukung dengan berita yang ditampilkan.