Dengan semangat membara aku korbankan
jiwa, raga bahkan materi untuk mengabdi padamu. Apapun persyaratan aku lakukan
agar bisa menemuimu walau hanya sekejap. Sebuah proses yang tidak mudah untuk menemukanmu.
Mudahkanlah aku agar menicicipi tabirmu di Negeri Gajah Putih Yaa Rab. Tibalah
saatnya aku diberikan kesempatan untuk terbang jauh, mengembus guncangan awan-awan
sana. Kala itu membuat aku tak tahu, harus bergantung kepada siapa lagi? kalau
selain kepada Allah SWT.
Perjalanan gelisah nan indah telah
ku lalui hingga ibu kota mu Bangkok. Matahari bersinar ku hirup udara negerimu,
terasa hasratku sebentar lagi bisa melihat senyumanmu Sasana Bamrung. Nampaknya
aku perlu berjuang lagi, dengan melalui kereta api kuno, ku terjang hutan-hutan
rimba yang merampas 19 jam, tapi tetap ku lafadzkan namamu Sasana Bamrung. Akhirnya
Tuhan pada saat itu, merestui cita-cita saya, berawal dengan memegang lenganmu.
Kau bawa aku begitu tulus dan ikhlas, aku pun tak tahu kemana mau dibawa
kemanakah aku.
Beberapa tulisan aksaramu, membuat
aku buta di atas jalananmu yang begitu luas dan elok. Namun kamu tetap
membawaku, akan kau tinggalkan ku di mana? Jalan demi jalan yang luas itu,
berupaya untuk merasutiku. Pada akhirnya aku temui puncak sekolahmu ini. Saat
itu juga baru aku tahu namamu yang begitu suram di telingaku, nampaknya sangat
indah tutur katanya hendak bertemu dengan legendamu itu, Sasana Bamrung
itu, yah “Sholihuddin”. Subhanallah rabbana ma kholaqta hadza batila. Disaat
Tuhan benar-benar telah mempertemukan kita, namun mengapa dan kenapa? Kamu
meninggalkanku secepat itu. Aku lama terbang menerjang goncangan awan, Namun
mengapa hanya sekejap kamu di hadapanku. Hari itu pula aku di lempar ke tanah
orang, sempat tak bertemu apalagi pamitan. Kamu pergi jauh kala itu dan lama
sekali melebihi 1 pekan, tapi aku tidak menghianati atas abdiku padamu
Sholihuddin. Walau di tanah orang, aku akan mengira dan menganggap itu adalah
kamu, wahai para pejuang Islam.
Setelah sekian lama, aku telah
bersama orang lain, aku merasakan sudah benar-benar nyaman di sana. Tapi
mengapa kamu memanggilku lagi? Tak tahu aku harus mau bilang apa, dan cara apa
untuk menjelaskan sama orang ini. Yah tak apalah aku coba jelaskan dan pamitan
dengan topeng kepada saudara ku yang sudah ku anggap sejak 1 pekan lebih.
Nampaknya mereka tidak ingin melepaskan, tapi mau bagaiamana lagi, memang hati
sejak dari Indonesia sudah memilih kamu. Kamunya saja yang tiba-tiba
terbirit-birit menjauhiku, yah sekarang mendekatiku. Okelah aku tunggu kala itu,
sudah sekian lama aku menunggumu, mengapa kamu tidak menepati janjimu semua.
Akhirnya aku harus bersama orang lain lagi, karena mengisi kekosonganku.
Setelah bersama-sama mengingat bahwa
besok adalah hari aktif lagi, akhirnya entah seperti apa, kita dijanjikan
menjelang matahari terbenam untuk dipertemukan. Setelah itu aku bertemu dengan
rekan-rekan yang semula awal menerima ku disini. Tak hanya hari ini, tapi
hari-hari kedepan aku akan bersamamu. Kita akan saling bahu-membahu, bekerja
sama untuk menegakkan syariat Islam. Akhirnya cita-cita ku turwujud dengan
bukti dan fakta-faktnya. Aku bersamamu disini, aku mendidikmu disini, aku
mengajarimu disini tapi tak akan selamnay. Karena masa tidak bisa kita atur,
namun secara global masalah waktu yang secara tidak sadar, dia sanggunp
mengatur kita, secara sadar atau tidak sadar. Oleh karenanya dengan waktu yang
singkat aku yakin, kamu sedikit kecewa. Tapi yang akan menemanimu selamanya
adalah generasi muslim Sholihuddin ini.
Aku ingatkan padamu, wahai
generasi penerusku, aku disini merasakan hanya hitungan hari saja, namun aku
akan berjanji menjaga kesucian cinta kasih dan sayang darinya untukku, atau
dariku untuknya. Akan aku pegang erat nilai-nilai yang terkandung dalam
benakku, walau hanya sekejap dan akan ku ingat sepanjang hayat hidupku. Lantas
bagaimana denganmu yang sudah lama, bahkan kamu yang akan lebih lama dariku
sekarang ini. Apa yang bisa kau berikan untuknya? Apa yang akan kau buktikan
untuknya? Aku berhaparap apapun itu, buatlah ia terharu hingga meneteskan air
matanya karena cintamu padanya, dibuktikan dengan senyumanmu untuknya, semangat
belajarmu untuknya, hingga prestasimu untuknya. Maaf sebelumnya, tidak
bermaksud apa-apa hanya ini yang bisa ku torehkan untuk merefreshkan kembali,
tujuan kalian di sini untuk apa? Dan Apa yang kau cari di sini? Inilah hanya
sedikit buktiku padamu melalui tulisan isi hati ini.
Chana,
Agung
Muttaqien
28
January 2015
No comments:
Post a Comment