Semangat
yang penuh, ditorehkan oleh Tim Buletin An-Naba HTQ. Dengan tetesan embun yang
dilihat sekitarnya mereka melangkahkan kakinya menunju masjid Ulul Albab guna
berkumpul untuk berangkat menuju kantor pusat Jawa Pos, Surabaya, (10/5/2013).
Tim buletin An-Naba ini yang dikomandoi oleh seorang pimpinan redaksi Gus
M. Muzakki Mukhtar, meluncur menuju jawa pos tepat pukul 07.48 WIB menggunakan
kendaraan roda empat Isuzu Elef. Kegiatan ini merupakan pertama kalinya yang
dilakukan oleh Tim Buletin An-Naba HTQ yang bertujuan untuk mencari pengalaman
dan ilmu baru tentunya, mengetahui bagaimana sistem kinerja pada suatu media
tulis/cetak, memperdalam profesionalitas individual dalam job-job yang
diagendakan oleh buletin ini sendiri. Ungkap mahasiwa jurusan Teknik
Informatika ini.
Kunjungan
perdana ini mayoritas diikuti oleh tim bulletin An Naba HTQ. Namun hanya
beberapa crew saja yang berhalangan hadir. Jumlah yang mengikuti kegiatan ini
16 orang yang terdiri dari7 pria dan 7 wanita. Mereka selama perjalanan menuju
kantor Jawa Pos yang berada di pusat perkotaan Jawa Timur itu diakomodir oleh
Gus M. Faiz Afghani dan Ning Khusnul Chamidyah. Alhamdulillah selama perjalan
temen-temen Buletin An-Naba HTQ, tidak ada yang mengalami sakit dan semuanya
dalam kondisi sehat-sehat saja. Ungkap Gus Faiz panggilan karib di arena HTQ
itu.
Sebelum
menuju jawa pos rombongan yang berseragam jas almamater HTQ ini, melakukan
kunjungan ke masjid sunan Ampel “Raden Rahmat”. Sebelum adzan sholat jumat
dikumandangkan kami menyempatkan untuk berziarah kubur ke makam putra tertua
dari sunan Gresik Maulana Malik Ibrahim itu. kalimah toyyibah serta do’a
kami bacakan dengan sangat khusu’ dan tawajuh illahi robby yang di pimpin
oleh oleh saya sendiri selaku official dalam kunjungan ini. Ungkap ketua umum
unit mahasiswa HTQ ini.
Selepas
ziarah hati ini merasa tentram dan nyaman dan meresakan kenikmatan hidup yang
mendalan serta tumbuh butiran semangat yang membara setiba di kantor jawa pos
nanti, apalagi ketika ada diskusi hem hem, Ungkap gus Siroj salah satu reporter
An-Naba HTQ ini, ketika dalam perjalanan menuju kendaraan elf itu. Menunggu
teman-teman dalam perjalan menuju tempat kendaraan mobil elf ini, saya
mengambil bagian untuk memanfaatkan waktu mengisi perut karena jam makan siang.
Ungkap Gus Wahid salah satu layouter handal bulletin Ab-Naba HTQ ini dan membeli
kenanang-kenanganan pula berupa peci haji, songkok hitam untuk shalat berjamaah
di masjid Tarbiyah nanti.
Setelah kumpul semua crew bulletin ini, tanpa membuang waktu
lama mereka melanjutkan perjalanannya menuju tempat yang menjadi target
utama, jalan Jl. Jendral A Yani 88. Sesaat sampai di tempatnya terlihat dari
kelopak mata ini sebuah lambang pena yang besar diatas gedung. Merupakan sebuah
makna pusat dari berbagai kabar dan informasi dalam kancah nasional maupun
internasional. Gedung itu mashur disebut dengan Graha Pena Jawa Pos,
yang memiliki banyak cabang di berbagai sudut belahan nusantara ini dari sabang
sampai marauke. Seperti: Radar Riau, Radar Lampung, Radar Banten, Radar
Bengkulu, Radar Malang, Radar Surabaya dan lain sebagainya.
Rombongan yang terdiri 16 orang itu didampingi oleh 2 orang
official sampai di tempat tujuan pukul 13.45. Dengan semangat yang membaranya
tidak menghiraukan siapapun yang menganggu mereka dalam kunjungan ini. di bawah
komando pimpinan redaksi Gus Muzakki merekapun langsung melangkahkan
kakinya menuju pintu utama Graha Pena Jawa Pos. Pihak terkaitpun mampu
untuk menampung mereka dengan baik tidak memandang siapa dan jabatan
siapakah yang megunjugi kantor tinta emas itu. Karena kantor itu setiap hari
pasti menerima tamu di mulai dari kunjungan sekolah menengah atau keatas,
universitas hingga keduataan besar dari barbagai luar negeri dan birokasi
kenegaraan Indonesia. Seperti kedutaann besar swedia yang memilki kulit putih,
badannya yang tinggi, rambutnya berwarna coklat, dan yang berpakaian coklat
muda. Dia sangat mengapresiasi sekali perkembangan yang dilakukan oleh Jawa Pos
hingga sekarang ini, karena publkikasi Koran ini yang dimajukan oleh Dahlan
Iskan mampu terjun bebas di kancah internasiaonal. Yang memiliki berbagai rayon
di bunua Eropa yang bertujuan mempermudah bagi reporter untuk mencari
berita-berita atau informasi dalam aspek ekonomi, politik, pendidikan, hingga
kebudayaan dalam dunia internasional.
Pihak dari Koran ini yang lahir pada 1 juli 1949, menyambut
Crew Bulletin HTQ ini cukup baik. Diatas kursi bundar itu, mereka mendapatkan
seputar informasi langsung dari Arif Sentosa selaku, (ketua liputan Jawa Pos)
ini. disaat itulah dimulainya diskusi dan dialog yang cukup hangat sekali.
Penjelasan yang diwalai langsung terkait sejarah dan profile Jawa Po situ
sendiri. Disusul dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang mayoritas menuju
kemajuan bulletin An-Naba ini. namun seluruh pertanyaan itu tidak bisa dijawab
seluruhnya oleh Arif Sentosa karena mengingat waktu yang sudah merunjuk pukul
16.25 WIB. Dan itu menandakan selesainya sudah kunjungan dari jawa pos yang
mengambil tema “GOES TO JAWA POS” itu. Berikut kutipan-kutipan
nilai penting dalam diskusi meja bundar tim bulletin ini dapatkan:
1. Deadline dalam sebuah agenda ini sangat mendasar sekali
karena ia harga mati.
2. Sebuah berita yang dipublikasikan itu yang harus
memiliki kualitas yang baik meliputi : Aktual, informatif, menarik dibaca,
wawasan baru bagi pembaca, memberikan sifat penasaran bagi pembaca atau mengadu
emosi-emosi pembaca.
3. Wartawan atau reporter minimal 3 berita perhari (Karyawan
Jawa Pos)
4. Mewawancara tidak semua ditulis namun inti dari permasalahan
saja, setelah itu dikembangkan dengan bahasa sendiri.
5. Wartawan/reporter harus gaul, memudahkan untuk akrab dengan
seseorang yang dituju harus lihai dalam mengolah kata-kata.
6. Foto-foto yang mendukung dengan berita yang ditampilkan.